

Oleh:
Fety Christiany
/ XI IPA 1 (13)
PENJELAJAHAN
adalah suatu perjalanan kaki yang diikuti dengan permainan atau
petualangan ang dilengkapi peralatan yang dibutuhkan dia alam terbuka.
Adapun maksud dan tujuan diadakannya penjelajahan adalah:
· - Mendekatkan diri pada
tuhan
· - Mengagumi keindahan tanah
air sendiri
· - Membina kesehatan dan
kesegaran fisik, mentak ,emosi dan fisik
· - Mengisi waktu luang dan
mengendorkan ketegangan pikiran
Rencana harus selalu dipersiapkan dalam melakukan penjelajahan
di perbukitan atau pegunungan antara lain:
· - Tujuan penjelajahan
Menyatakan tempat yang dituju yang mencakup pengertian ke mana dan dengan sita melakukan penjelajahan
Menyatakan tempat yang dituju yang mencakup pengertian ke mana dan dengan sita melakukan penjelajahan
· - Waktu dalam menjelajahi
lokasi
Waktu dalam melakukan penjelajahan melai dari kapan kita berangkat sampai kapan kita pulang
Waktu dalam melakukan penjelajahan melai dari kapan kita berangkat sampai kapan kita pulang
· - Kegiatan penjelajahan
Rencana tentang apa saja yang akan dilakukan dalam penjelajahan mulai dari keberangkatan sampai kepulangan
Rencana tentang apa saja yang akan dilakukan dalam penjelajahan mulai dari keberangkatan sampai kepulangan
· - Dengan siapa melakukan penjelajahan
Dalam melakukan penjelajahan dapat dilakukan secara individu atau beregu, yang penting dapat mengausai medan dan lingkungan.
Dalam melakukan penjelajahan dapat dilakukan secara individu atau beregu, yang penting dapat mengausai medan dan lingkungan.
Perlengkapan dalam
penjelajahan
PERLENGKAPAN DASAR
A. PERLENGKAPAN JALAN (UNTUK MEDAN GUNUNG HUTAN)
1. Sepatu
- Melindungi tapak kaki sampai mata kaki (melindungi sendi kaki dan ujung jari kaki), Kulit tebal, bagian dalamnya lunak dan masih memberikan ruang gerak pada kaki,bagian depan sepatu keras, bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, memiliki lubang ventilasi.
- Sepatu tidak menyebabkan Lecet, selalu bersihkan kaos kaki, sepatu dan perlengkapan sepatu lainya sesering mungkin, Jangan mengeringkan sepatu terlalu dekat pada panas yang ekstrim (dekat tungku api/api unggun, sinar matahari yang terik).
- Semirlah sepatu sewaktu-waktu dan olesi dengan semacam lemak atau grease agar kulit tetap lembut dan benangnya tidak cepat lapuk.
- Melindungi tapak kaki sampai mata kaki (melindungi sendi kaki dan ujung jari kaki), Kulit tebal, bagian dalamnya lunak dan masih memberikan ruang gerak pada kaki,bagian depan sepatu keras, bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, memiliki lubang ventilasi.
- Sepatu tidak menyebabkan Lecet, selalu bersihkan kaos kaki, sepatu dan perlengkapan sepatu lainya sesering mungkin, Jangan mengeringkan sepatu terlalu dekat pada panas yang ekstrim (dekat tungku api/api unggun, sinar matahari yang terik).
- Semirlah sepatu sewaktu-waktu dan olesi dengan semacam lemak atau grease agar kulit tetap lembut dan benangnya tidak cepat lapuk.
2. Kaos Kaki
yang perlu diperhatikan : dapat menyerap keringat.
Kegunaan :
- Melindungi kulit kaki dari pergeseran langsung dengan kulit sepatu atau bagian-bagian sepatu yang dapat menimbulkan luka/lecet, menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas, menjaga kaki agar tetap hangat pada daerah-daerah yang dingin.
untuk keperluan di atas, bahan kaos kaki yang terbuat dari katun atau dicampur dengan wool atau bahan asintetis lainnya cukup baik.
yang perlu diingat adalah kita harus selalu memakai kaos kaki yang kering .
yang perlu diperhatikan : dapat menyerap keringat.
Kegunaan :
- Melindungi kulit kaki dari pergeseran langsung dengan kulit sepatu atau bagian-bagian sepatu yang dapat menimbulkan luka/lecet, menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas, menjaga kaki agar tetap hangat pada daerah-daerah yang dingin.
untuk keperluan di atas, bahan kaos kaki yang terbuat dari katun atau dicampur dengan wool atau bahan asintetis lainnya cukup baik.
yang perlu diingat adalah kita harus selalu memakai kaos kaki yang kering .
3. Celana Lapangan
Kuat, lembut, ringan, tidak mengganggu gerakan kaki, artinya jahitannya cukup longgar, praktis, terbuat dari bahan yang menyerap keringat dan mudah kering, bila basah tidak menambah berat.
Untuk keperluan di atas, bahan celana yang terbuat dari katun cukup baik, tidak terlalu tebal, tahan duri, mudah kering. Contoh yang baik untuk jenis ini adalah PDL militer atau celana loreng tentara, tidak dianjurkan menggunakan bahan celana jeans.
Kuat, lembut, ringan, tidak mengganggu gerakan kaki, artinya jahitannya cukup longgar, praktis, terbuat dari bahan yang menyerap keringat dan mudah kering, bila basah tidak menambah berat.
Untuk keperluan di atas, bahan celana yang terbuat dari katun cukup baik, tidak terlalu tebal, tahan duri, mudah kering. Contoh yang baik untuk jenis ini adalah PDL militer atau celana loreng tentara, tidak dianjurkan menggunakan bahan celana jeans.
4. Baju Lapangan
Melindungi tubuh dari kondisi sekitar, kuat, ringan,tidak mengganggu pergerakkan, terbuat dari bahan yang menyerap keringat, praktis dan mudah kering.
Melindungi tubuh dari kondisi sekitar, kuat, ringan,tidak mengganggu pergerakkan, terbuat dari bahan yang menyerap keringat, praktis dan mudah kering.
5. Topi Lapangan
Melindungi kepala dari kemungkinan cedera akibat duri dapat melindungi bagian kepala dari curahan hujan, terutama kepala bagian belakang dan topi yang dikenakan haruslah kuat dan tidak mudah robek di anjurkan menggunakan topi rimba atau semacam topi jepang.
Melindungi kepala dari kemungkinan cedera akibat duri dapat melindungi bagian kepala dari curahan hujan, terutama kepala bagian belakang dan topi yang dikenakan haruslah kuat dan tidak mudah robek di anjurkan menggunakan topi rimba atau semacam topi jepang.
6. Sarung Tangan
Sebaiknya terbuat dari kulit, di sesuaikan dengan bentuk tangan, tidak kaku dan dapat melindungi tangan dari duri dan hawa dingin.
Sebaiknya terbuat dari kulit, di sesuaikan dengan bentuk tangan, tidak kaku dan dapat melindungi tangan dari duri dan hawa dingin.
7. Ikat Pinggang
Pilihlah ikat pinggang yang terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala gesper yang tidak terlalu besar tetapi kuat. Misalnya dari kulit yang tebal tetapi lembut atau dari bahan sintetis lainnya. Kegunaan ikat pinggang, selain menjaga agar celana tidak melorot, juga untuk meletakkan alat-alat yang perlu cepat dijangkau seperti pisau pinggang, tempat air minum, tempat alat-alat P3K, dan lainnya.
Pilihlah ikat pinggang yang terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala gesper yang tidak terlalu besar tetapi kuat. Misalnya dari kulit yang tebal tetapi lembut atau dari bahan sintetis lainnya. Kegunaan ikat pinggang, selain menjaga agar celana tidak melorot, juga untuk meletakkan alat-alat yang perlu cepat dijangkau seperti pisau pinggang, tempat air minum, tempat alat-alat P3K, dan lainnya.
8. Ransel
- Ringan, kuat, di sesuai dengan kebutuhan keadaan medan, memberikan nyaman pada saat dipakai dan praktis.
Tips menyetel rangsel agar sesuai dengan tubuh :
a. Isi ransel dengan beban palsu, misalnya bantal, hingga terisi penuh dan mengembang seluruhnya. Longgarkan seluruh tali dan perhatikan fungsi serta lokasi gespernya.
b. Naikkan setelan punggung (jika ada), ke bagian paling tinggi.
c. Kenakan ransel di tubuh, kemudian kencangkan tali penyangga rangsel bagian bawah hingga ransel terasa nyaman di punggung dan bahu.
d. Raihlah ke bagian punggung untuk menyesuaikan setelan punggung (jika ada). Tujuannya adalah untuk memasang ransel setinggi mungkin pada bahu.
e. Kencangkan tali pinggang (hip belt). Tali pinggang berfungsi untuk mentransfer beban dari bahu kekaki, melalui pinggul.
f. Kencangkan tali penyangga ransel bagian atas untuk mendekatkan ransel ke punggung, dan menaikkan pusat gravitasi pada ransel.
g. Mengencangkan tali penyandang ransel sambil melonggarkan tali pinggang akan mengurangi tekanan pada pinggang, dan demikian sebaliknya. Gunakan teknik ini berganti-ganti untuk mengurangi rasa pegal pada pinggang dan bahu saat perjalanan.
h. Posisi ransel paling nyaman adalah setinggi mungkin pada punggung. Jangan sampai posisi ransel menggantung di pantat, ,karena itu akan membuat anda lebih tidak nyaman dan cepat lelah.
- Ringan, kuat, di sesuai dengan kebutuhan keadaan medan, memberikan nyaman pada saat dipakai dan praktis.
Tips menyetel rangsel agar sesuai dengan tubuh :
a. Isi ransel dengan beban palsu, misalnya bantal, hingga terisi penuh dan mengembang seluruhnya. Longgarkan seluruh tali dan perhatikan fungsi serta lokasi gespernya.
b. Naikkan setelan punggung (jika ada), ke bagian paling tinggi.
c. Kenakan ransel di tubuh, kemudian kencangkan tali penyangga rangsel bagian bawah hingga ransel terasa nyaman di punggung dan bahu.
d. Raihlah ke bagian punggung untuk menyesuaikan setelan punggung (jika ada). Tujuannya adalah untuk memasang ransel setinggi mungkin pada bahu.
e. Kencangkan tali pinggang (hip belt). Tali pinggang berfungsi untuk mentransfer beban dari bahu kekaki, melalui pinggul.
f. Kencangkan tali penyangga ransel bagian atas untuk mendekatkan ransel ke punggung, dan menaikkan pusat gravitasi pada ransel.
g. Mengencangkan tali penyandang ransel sambil melonggarkan tali pinggang akan mengurangi tekanan pada pinggang, dan demikian sebaliknya. Gunakan teknik ini berganti-ganti untuk mengurangi rasa pegal pada pinggang dan bahu saat perjalanan.
h. Posisi ransel paling nyaman adalah setinggi mungkin pada punggung. Jangan sampai posisi ransel menggantung di pantat, ,karena itu akan membuat anda lebih tidak nyaman dan cepat lelah.
9. Peralatan Navigasi
Kompas, peta, penggaris segitiga, busur derajat, pinsil, dll. Peralatan navigasi ini merupakan peralatan sangat penting yang selalu harus dibawa. Bungkuslah selalu peta dengan plastik agar tidak cepat basah dan rusak.
Kompas, peta, penggaris segitiga, busur derajat, pinsil, dll. Peralatan navigasi ini merupakan peralatan sangat penting yang selalu harus dibawa. Bungkuslah selalu peta dengan plastik agar tidak cepat basah dan rusak.
10. Lampu Senter
Termasuk bola lampu dan baterai cadangan.
Termasuk bola lampu dan baterai cadangan.
11. Pluit
- Pluit yang dianjurkan adalah jenis pluit whistle atau yang kita kenal dengan pluit pramuka.
- Pluit yang dianjurkan adalah jenis pluit whistle atau yang kita kenal dengan pluit pramuka.
12. Pisau
- Pisau saku serba guna (multi blade)
- Pisau pinggang
- Golok tebas
Secara umum, pisau, golok tebas adalah alat bantu bagi kita untuk keperluan menusuk, memotong, menyayat, melempar dan yang terpenting sebagai alat bantu kita untuk membuat api (memotong kayu tipis-tipis, ranting). Betapapun juga pisau adalah sahabat yang sangat baik dan berguna bagi pengembaraan .
Macam-macam pisau :
o Pisau Bowie
Pisau ini pada dasarnya termasuk jenis fighting knife, sangat efektif untuk menusuk dan memotong tapi cukup memadai untuk menetak dan melempar.
o Pisau Komando
Pisau ini diciptakan oleh sykes dan kolonel fairbirns yang dibuat untuk pasukan komando inggris. Pisau komando khas pisaui penusuk, walaupun cukup baik sebagai pisau lempar, pisau ini kurang baik untuk dipakai menetak, menyayat, karena akan banyak menghabiskan tenaga.
o Pisau Pengulit (skinner)
Pisau ini khusus untuk menguliti binatang buruan karena biasanya tipis dan sangat tajam. Artinya sudut mata pisau sangat kecil, bagian ujung pisau agak melengkung, untuk ukuran pisau jenis ini macam-macam tergantuk keperluan.
o Pisau Lempar
Pisau ini didesain khusus untuk melempar.
Banyak sekali jenis pisau yang aneh-aneh dan mempunyai kegunaan yang sangat khusus, namum yang perlu diperhatikan adalah :
o Harus terbuat dari bahan yang dapat dipercaya, tajam dan tidak mudah patah.
o Desain dan ukurannya harus sesuai, artinya enak dipegang dan dipakai.
o Sarungnya aman dan enak jatuhnya.
o Yang terpenting adalah selalu tetap terpelihara.
- Pisau saku serba guna (multi blade)
- Pisau pinggang
- Golok tebas
Secara umum, pisau, golok tebas adalah alat bantu bagi kita untuk keperluan menusuk, memotong, menyayat, melempar dan yang terpenting sebagai alat bantu kita untuk membuat api (memotong kayu tipis-tipis, ranting). Betapapun juga pisau adalah sahabat yang sangat baik dan berguna bagi pengembaraan .
Macam-macam pisau :
o Pisau Bowie
Pisau ini pada dasarnya termasuk jenis fighting knife, sangat efektif untuk menusuk dan memotong tapi cukup memadai untuk menetak dan melempar.
o Pisau Komando
Pisau ini diciptakan oleh sykes dan kolonel fairbirns yang dibuat untuk pasukan komando inggris. Pisau komando khas pisaui penusuk, walaupun cukup baik sebagai pisau lempar, pisau ini kurang baik untuk dipakai menetak, menyayat, karena akan banyak menghabiskan tenaga.
o Pisau Pengulit (skinner)
Pisau ini khusus untuk menguliti binatang buruan karena biasanya tipis dan sangat tajam. Artinya sudut mata pisau sangat kecil, bagian ujung pisau agak melengkung, untuk ukuran pisau jenis ini macam-macam tergantuk keperluan.
o Pisau Lempar
Pisau ini didesain khusus untuk melempar.
Banyak sekali jenis pisau yang aneh-aneh dan mempunyai kegunaan yang sangat khusus, namum yang perlu diperhatikan adalah :
o Harus terbuat dari bahan yang dapat dipercaya, tajam dan tidak mudah patah.
o Desain dan ukurannya harus sesuai, artinya enak dipegang dan dipakai.
o Sarungnya aman dan enak jatuhnya.
o Yang terpenting adalah selalu tetap terpelihara.
13. Survival Kit
Survival kit adalah salah satu alat penunjang yang akan digunakan pada saat keadaan darurat dan memiliki fungsi yang penting, adapun isi dari survival kit adalah sebagai berikut :
o Alat Jahit (jarum, benang, kancing dll), alat sol sepatu, tali sepatu cadangan, korek api, kaca pembesar, alat pancing, kawat kecil minimal 3-5 m dll.
Survival kit adalah salah satu alat penunjang yang akan digunakan pada saat keadaan darurat dan memiliki fungsi yang penting, adapun isi dari survival kit adalah sebagai berikut :
o Alat Jahit (jarum, benang, kancing dll), alat sol sepatu, tali sepatu cadangan, korek api, kaca pembesar, alat pancing, kawat kecil minimal 3-5 m dll.
B. PERLENGKAPAN TIDUR
- Satu set pakaian tidur
- kaus kaki untuk tidur
- sleeping bag atau sarung bag
- Matras
- tenda/ponco/plastik untuk bivak
- Satu set pakaian tidur
- kaus kaki untuk tidur
- sleeping bag atau sarung bag
- Matras
- tenda/ponco/plastik untuk bivak
C. PERLENGKAPAN MASAK DAN MAKAN
- Alat masak lapangan/misting
- alat bantu makan lainnya (sendok, garpu dll)
- alat pembuat api (lilin, spiritus, paraffin dll)
- Kantung air/tempat air.
- Alat masak lapangan/misting
- alat bantu makan lainnya (sendok, garpu dll)
- alat pembuat api (lilin, spiritus, paraffin dll)
- Kantung air/tempat air.
D. PERLENGKAPAN KHUSUS
1. Pendakian Tebing
- Tali : static, dynamic, Harness, helmet/crash hat, carabiner, sling : standard, prusik sling, chock, piton, ascender, descender, hammer, stirrup dll (sesuai kebutuhan pendakian)
- Tali : static, dynamic, Harness, helmet/crash hat, carabiner, sling : standard, prusik sling, chock, piton, ascender, descender, hammer, stirrup dll (sesuai kebutuhan pendakian)
2. Peralatan ORAD (Olah Raga Arus Deras)
- Perahu/kano/kayak, dayung, Pelampung, helmet, tali pengaman, pompa dll.
- Perahu/kano/kayak, dayung, Pelampung, helmet, tali pengaman, pompa dll.
E. PERLENGKAPAN TAMBAHAN
Perlengkapan ini walaupun bukanlah hal yang teramat penting, namun ada baiknya
Perlengkapan ini walaupun bukanlah hal yang teramat penting, namun ada baiknya
dibawa, untuk lebih
menambah kenyamanan perjalanan.
- Putis, Sarung anti pacet (gaiters), Second skin, Kelambu, Kupluk (balaclava), Semir sepatu, Ikat leher/kacu segi tiga
- Perlengkapan pribadi lainnya.
Seperti : jarum, benang, kancing, tali sepatu cadangan, tali tubuh/webbing, handuk, sikat gigi, odol, sabun, celana dalam, rokok, tembakau, kamera, obat-obatan pribadi.
- Putis, Sarung anti pacet (gaiters), Second skin, Kelambu, Kupluk (balaclava), Semir sepatu, Ikat leher/kacu segi tiga
- Perlengkapan pribadi lainnya.
Seperti : jarum, benang, kancing, tali sepatu cadangan, tali tubuh/webbing, handuk, sikat gigi, odol, sabun, celana dalam, rokok, tembakau, kamera, obat-obatan pribadi.
PACKING
Sebelum melakukan pendakian kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam Carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.
Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :
- Matras tidur yang dimasukkan kedalam ransel dapat membantu mempertahankan bentuk ransel dan mempermudah penyusunan barang kedalam ransel, sehingga menjadi padat, rapih an efisien.
- Pada saat backpack/ransel dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan pendakian kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, bayangkan jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak, dan anda menjadi cepat lelah karena beban backpack/ransel anda menekan pinggul belakang.
Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung dan tempatkan barang yang ringan dipaling bawah.
Sebelum melakukan pendakian kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam Carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.
Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :
- Matras tidur yang dimasukkan kedalam ransel dapat membantu mempertahankan bentuk ransel dan mempermudah penyusunan barang kedalam ransel, sehingga menjadi padat, rapih an efisien.
- Pada saat backpack/ransel dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan pendakian kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, bayangkan jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak, dan anda menjadi cepat lelah karena beban backpack/ransel anda menekan pinggul belakang.
Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung dan tempatkan barang yang ringan dipaling bawah.
Jenis penjelajahan
pada perbukitan dan pegunungan
a. Hill walking
Artinya kegiatan di alam bebas denga berjalan di bukit, hutan atau gunung tanpa peralatan teknis pendakian dan sebagian besar di lakukan denag berjalan.
b. Scrambling
Artinya kegiatan mendaki gunung dengan medan yang sedikit sulit ( kemiringan medan dibawah 70°) sehingga kadang memerlukan pertolongan tali.
c. Climbing
Kegiatan pendakian gunung melalui tebing batu dengan kemiringan tebing diatas 70° sehiggga memerlukan banyak peralatan.
a) Free climbing
Pendakian tanpa bantuan alat khusus, biasanya dilakukan pada tebing vertical yang mempunyai banyak cacat batuan atau tonjolan .
b) Artificial climbing
Pendakian ini baisanya dilakukan pada tebing yang tak mempnyai tempat berpijak dengan meggunakan berbagau peralatan
Artinya kegiatan di alam bebas denga berjalan di bukit, hutan atau gunung tanpa peralatan teknis pendakian dan sebagian besar di lakukan denag berjalan.
b. Scrambling
Artinya kegiatan mendaki gunung dengan medan yang sedikit sulit ( kemiringan medan dibawah 70°) sehingga kadang memerlukan pertolongan tali.
c. Climbing
Kegiatan pendakian gunung melalui tebing batu dengan kemiringan tebing diatas 70° sehiggga memerlukan banyak peralatan.
a) Free climbing
Pendakian tanpa bantuan alat khusus, biasanya dilakukan pada tebing vertical yang mempunyai banyak cacat batuan atau tonjolan .
b) Artificial climbing
Pendakian ini baisanya dilakukan pada tebing yang tak mempnyai tempat berpijak dengan meggunakan berbagau peralatan
Peralatan dalam
melakukan penjelajahan perbukitan dan pegunungan
a. Tali
Fungsi utama tali adalah untuk melindungi seorang pendaki dari kemungkinan terjatuh agar jangan sampai menyentuh tanah.
b. Webbing dan sling
Pita yang terbuat dari bahan nilon yang sering disebut tali pipih karna kekuatannya sama dengan tali.
c. Carabiner
Sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D dan mempunyai penjepit yang berfungsi sama dengan penjepit.
d. Paku piton
Sepotong logam yang dibentuk untuk di pakukan ke celah tebing batu.biasanya dibuat dari baja putih atau baja lunak.
e. Chock
Alat dalam pemanjatan tebing yang di masukkan dalam celah batu dengan jari tangan sehingga terjepit dan dapat menahan dari arah tertentu.
f. Hammer
Alat untuk menancapkan atau melepaskan piton, memeriksa tebing apakah yang cukup kuat jika dipasangkan sesuatu.
g. Sling
Alat yang dugunakan sebagai penghubung dengan memanfaatkan pohon atau lubang tebing. Fungsinya juga mengurangi gasa gesek dan memperpanjang point
h. Descender
Alat berbentuk angka delapan dari alumunium alloy, untuk membantu menahan gesekan.
i. Ascender
Semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka apabila dinaikkan yang fungsinya sebagai alat bantu
j. Harness
Tali tubuh sebagai pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan.
1) Seat harness, menahan berat badan di pinggang dan paha
2) Body harness, menahan berat badan di dada pinggang dan paha
a. Tali
Fungsi utama tali adalah untuk melindungi seorang pendaki dari kemungkinan terjatuh agar jangan sampai menyentuh tanah.
b. Webbing dan sling
Pita yang terbuat dari bahan nilon yang sering disebut tali pipih karna kekuatannya sama dengan tali.
c. Carabiner
Sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D dan mempunyai penjepit yang berfungsi sama dengan penjepit.
d. Paku piton
Sepotong logam yang dibentuk untuk di pakukan ke celah tebing batu.biasanya dibuat dari baja putih atau baja lunak.
e. Chock
Alat dalam pemanjatan tebing yang di masukkan dalam celah batu dengan jari tangan sehingga terjepit dan dapat menahan dari arah tertentu.
f. Hammer
Alat untuk menancapkan atau melepaskan piton, memeriksa tebing apakah yang cukup kuat jika dipasangkan sesuatu.
g. Sling
Alat yang dugunakan sebagai penghubung dengan memanfaatkan pohon atau lubang tebing. Fungsinya juga mengurangi gasa gesek dan memperpanjang point
h. Descender
Alat berbentuk angka delapan dari alumunium alloy, untuk membantu menahan gesekan.
i. Ascender
Semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka apabila dinaikkan yang fungsinya sebagai alat bantu
j. Harness
Tali tubuh sebagai pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan.
1) Seat harness, menahan berat badan di pinggang dan paha
2) Body harness, menahan berat badan di dada pinggang dan paha
Keterampilan dasar
keamanan, penyelamatan penelamatan penjelajahan di bukit dan gunung
Modal dasar dalam menghadapi survival adalah:
a. Semangat untuk mempertahankan
Keyakinan yang kuat untuk memepertahankan hidup merupakan modal dasar yang penting dan dapat mempengaruhi dasar yang lain
b. Kesiapan diri
Artinya setiap orang harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengantisipasi bahaya survival misalnya navigasi darat, P3K, tali temali ilmu survival
c. Alat pendukung
Peralatan yang dipunyai saat survival akan mempengaruhi keberhasikan dan cara survival dan jumlah peralatan yang tersedia .
Modal dasar dalam menghadapi survival adalah:
a. Semangat untuk mempertahankan
Keyakinan yang kuat untuk memepertahankan hidup merupakan modal dasar yang penting dan dapat mempengaruhi dasar yang lain
b. Kesiapan diri
Artinya setiap orang harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengantisipasi bahaya survival misalnya navigasi darat, P3K, tali temali ilmu survival
c. Alat pendukung
Peralatan yang dipunyai saat survival akan mempengaruhi keberhasikan dan cara survival dan jumlah peralatan yang tersedia .
Kebutuhan yang harus
di penuhi dalam penjelajahan:
a. Perlindungan terhadap factor yang mengancam
1) Bivak
Tenda rendah yang berfungsi sebagai tenpat yang perlindungan yang nyaman untuk melindungi diri dari factor alam dan lingkungan yang ekstrim
2) Pakaian
Untuk menjaga agar panas badan kita jangan terlalu banyak keluar, ebaiknya kita melindungi tububh kita dengan pakaian tahan dingin
b. Makanan
1) Makanan dari hewan
Yang dibutuhkan adalah kandungan lemak dan proteinnya. Hewan yang dapat di makan adalah binatang lunak serangga dll
2) Makanan dari tumbuhan
Dalam keadaan survival kita harus dapat memilih tumbuhan yang dapat dimakan. Tumbuhan yang dapat dimakan berasal dari bery dan daun-daunan serta jamur.
c. Api
Berguna untuk menghangatkan tubuh juga berfungsi sebagai penerangan , memasak, serta perlindungan
d. Air
Air adalah factor penting dalam keadaan survival maka kita harus mencarinya agar tidak dehidrasi.
a. Perlindungan terhadap factor yang mengancam
1) Bivak
Tenda rendah yang berfungsi sebagai tenpat yang perlindungan yang nyaman untuk melindungi diri dari factor alam dan lingkungan yang ekstrim
2) Pakaian
Untuk menjaga agar panas badan kita jangan terlalu banyak keluar, ebaiknya kita melindungi tububh kita dengan pakaian tahan dingin
b. Makanan
1) Makanan dari hewan
Yang dibutuhkan adalah kandungan lemak dan proteinnya. Hewan yang dapat di makan adalah binatang lunak serangga dll
2) Makanan dari tumbuhan
Dalam keadaan survival kita harus dapat memilih tumbuhan yang dapat dimakan. Tumbuhan yang dapat dimakan berasal dari bery dan daun-daunan serta jamur.
c. Api
Berguna untuk menghangatkan tubuh juga berfungsi sebagai penerangan , memasak, serta perlindungan
d. Air
Air adalah factor penting dalam keadaan survival maka kita harus mencarinya agar tidak dehidrasi.
Contoh Kegiatan
Penjelajahan
Latihan di Tugu
Pensil, Mendaki di Gunung Bintan
FOTO BERSAMA : Dewantoro (kanan berdiri) foto
bersama dengan anggota Sispala MBFA usai latihan, baru-baru ini. 
F-istimewa

F-istimewa
Cara Siswa Pecinta Alam Belajar Mendaki
Ilmu takkan dibawa mati. Pepatah ini kadang
acuan bagi sebagian orang. Seperti Dewantoro. Memiliki pengalaman dan ilmu
mendaki gunung tak membuatnya puas. Ia hanya merasa puas jika mampu mengajarkan
ilmu yang dimilikinya itu kepada orang lain.
Tanjungpinang – Bagi siswa pecinta
alam (Sispala) baik dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama
(SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di lingkungan Pemko Tanjungpinang pasti
mengenal sosok Dewantoro.Saat ada waktu luangnya, biasanya Dewantoro mengunjungi
sekolah-sekolah untuk mengajak siswa bergabung di Sispala Mental, Bakat, Fisik
dan Akal (MBFA) yang dikelolanya.Untuk masuk menjadi anggota Sispala MBFA tidak
dipungut biaya. Artinya setiap siswa yang memiliki niat dan bakat bisa segera
bergabung. Biasanya untuk bergabung menjadi peserta tidak sulit asal siswa mau
mengikuti aturan yang ditetapkan.Diceritakannya, usai melakukan sosialisasi ke
sekolah-sekolah bagi siswa yang berminat bisa langsung mendaftar usai
sosialisasi atau bisa langsung mendatangi lokasi latihan pemanjatan tebing di
Tugu Pensil, Tepi Laut setiap hari Sabtu atau Minggu.
Aturan yang ditetapkan bagi anggota tidak
sulit asal ingin menurutinya. Peraturannya, siswa diminta menggunakan celana
kain atau training.Untuk aturan ini memang tidak bisa ditawar. Bagi siswa yang
tak menuruti aturan ini tidak diperbolehkan latihan.Siswa yang latihan dilarang
keras menggunakan jeans. Dalam sosialisasi hal ini pasti diberitahukan. Tujuan
aturan ini agar saat siswa saat berlatih merasa aman dan nyaman. Selain itu
harus menggunakan sepatu olahraga.Tercatat ada 500 siswa yang tergabung dalam
Sispala MBFA. Biasanya, mereka selain melakukan latihan di Tugu Pensil sesekali
diuji untuk tes kemampuan dengan mendaki Gunung Bintan.
”Dalam waktu tertentu, kami tetapkan bersama
melakukan perjalanan keluar. Biasanya ke Gunung Bintan atau melakukan
perjalanan jauh dengan berjalan kaki,” terangnya.Tujuannya agar siswa terbiasa
melatih fisik berjalan kaki. Apalagi ada pepatah mengatakan, bisa karena biasa.
Ia meyakini jika siswa terbiasa berlatih keras dengan berjalan kaki dan melatih
fisik berolahraga akan memberikan efek positif bagi tubuh.Ke depan, mereka
rencanakan melakukan perjalanan keluar kota. Rencananya ada 15 anggota Sispala
MBFA akan mendaki Gunung Merbabu. Setelah itu rencananya juga akan melajutkan
pendakian ke Gunung Merapi dan jika siswa kuat dan mampu akan melajutkan
pendakian Sumbing Sundoro.Waktu yang diperkirakan untuk perjalanan ini sekitar
10 hari atau 15 hari. Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan usia siswa SMP
melaksanakan Ujian Nasional (UN) yang direncanakan April mendatang.
”Kalau tidak akhir April, maka awal Mei.
Tergantung siapnya jadwal ujian dan administrasi siswa yang ikut ujian,”
imbuhnya.
Dari 15 anggota yang ingin melakukan pendakian
gunung keluar daerah tersebut, tercatat ada 5 siswa perempuan dan sisanya
lelaki. Mereka dinilai memiliki bakat atau prestasi untuk mengikuti perjalanan
pendakian gunung.Selain Dewantoro dalam tim perjalanan tersebut juga akan
mengikut sertakan orangtua siswa yang memiliki hobi mendaki gunung. Tetapi,
jumlah pasti berapa orang tuasiswa yang ikut belum diketahu jelas.
”Orangtua siswa ada yang minta ikut. Kami
senang dan mengajak nantinya,” ujar PNS Pemko Tanjungpinang itu.
Untuk melakukan perjalanan memang tidak gratis.
Ada harga atau biaya yang harus dikeluarkan. Maka ada cara pintar yang
diajarkan kepada siswa. Dimana sejak sebulan lalu siswa-siswi yang ingin ikut
melakukan perjalanan sudah mulai mengumpulkan uang.
Cara yang dilakukan tim dalam mengumpulkan uang sangat unik dan kompak. Siswa-siswi menjadi pedagang makanan usai pulang sekolah. Dengan cara berjualan dinilai lebih sportif dalam mengumpulkan uang.
Cara yang dilakukan tim dalam mengumpulkan uang sangat unik dan kompak. Siswa-siswi menjadi pedagang makanan usai pulang sekolah. Dengan cara berjualan dinilai lebih sportif dalam mengumpulkan uang.
Pihaknya dilarang meminta sumbangan tanpa ada
usaha. Bagi yang ingin menyumbang tentu tidak dilarang. Tetapi biasanya bagi
dermawan yang ingin menyumbang akan disuguhkan menu makanan atau
masakan.Masakan menu makanan yang dipesan dermawan akan dimasak istri
Dewantoro. Berbagai menu makanan yang dibuat sudah dijual siswa-siswi tersebut.
Mulai dari menu masakan lauk pauk, kue-kue serta lainnya.
Uang yang sudah terkumpul dari jualan itu
sekitar Rp 12 juta sesuai data yang diberikan seminggu lalu kepadanya. Sesuai
hitung-hitungan yang telah dilakukan, biaya yang diperlukan untuk perjalanan
dengan jumlah 15 orang memerlukan uang sekitar Rp 43 juta.Sisanya akan
diusahakan atau dikumpulkan bersama dengan metode yang sama sampai waktu yang
ditetapkan. Sedangkan untuk orangtua yang ikut mengeluarkan biaya sendiri.(Desi
Liza)
Kisah
Sukses 2 Pendaki Taklukkan Tebing Tertinggi Dunia
Pendaki tebing El Capitan. (Youtube)
Liputan6.com, Jakarta
- Dua pendaki asal Amerika
Serikat -- yang menghabiskan 2 pekan mendaki tebing terjal El Capitan di Taman
Nasional Yosemite -- akhirnya mencapai puncak batu setinggi 914 meter. Adalah
Kevin Jorgeson, 30 tahun dan Tommy Caldwell yang berusia 36 tahun, yang
merupakan pendaki pertama melakukannya hanya dengan kekang dan tali untuk
mencegah agar tidak jatuh.
Mereka memulai pendakian bersejarah pada 27 Desember 2014. Selama pendakian mereka tidur di tenda yang menggantung di tebing.
Mereka memulai pendakian bersejarah pada 27 Desember 2014. Selama pendakian mereka tidur di tenda yang menggantung di tebing.
Juru bicara Jess
Clayton telah mengatakan, kedua pendaki tidak akan memberikan wawancara di
puncak gunung, namun mendiskusikan perjalanan mereka pada Kamis waktu setempat.
Eric Jorgeson, ayah Kevin Jorgeson, mengatakan kepada media lokal bahwa anaknya
selalu ingin menjadi seorang pendaki dan melihatnya mencapai mimpi membuat dia
bangga.
"Sebagai orangtua, awalnya ini membuat kami gugup. Tetapi kami harus membiasakannya," kata Eric seperti dikutip Liputan6.com dari BBC, Kamis (15/1/2015).
Dia dan anak-anaknya telah memulai mendaki di rute yang berbeda di puncak El Capitan di California ketika Kevin berusia 15 tahun, dan menjalankan tradisi itu setiap tahun. "Saya merasa seperti orang yang paling bangga di seluruh dunia saat ini," kata saudara perempuan Tommy, Sandy Van Nieuwenhuyzen.
Selama pendakian menelusuri rute Dawn Wall, keduanya beristirahat beberapa hari untuk menunggu kulit mereka yang lecet pulih. Mereka bahkan menggunakan plester dan lem super untuk mempercepat prosesnya.
Pada tahap itu, tampaknya mereka tidak akan mencapai puncak, seperti dilaporkan wartawan BBC Alastair Leithead yang berada di kaki El Capitan. Tetapi kemudian mereka kembali melanjutkan pendakian.
"Karena kecewa, saya mempelajari tingkat kesabaran baru, kekerasan hati dan hasrat. Saya tidak akan menyerah. Saya akan beristirahat. Saya akan mencoba lagi. Saya akan sukses," jelas Kevin melalui jejaring sosialnya.
Tebing El Capitan yang didaki Kevin dan Tommy lebih tinggi jika dibandingkan dengan menara Burj Khalifa di Dubai yang mencapai 828 meter. (Tnt/Mut)
"Sebagai orangtua, awalnya ini membuat kami gugup. Tetapi kami harus membiasakannya," kata Eric seperti dikutip Liputan6.com dari BBC, Kamis (15/1/2015).
Dia dan anak-anaknya telah memulai mendaki di rute yang berbeda di puncak El Capitan di California ketika Kevin berusia 15 tahun, dan menjalankan tradisi itu setiap tahun. "Saya merasa seperti orang yang paling bangga di seluruh dunia saat ini," kata saudara perempuan Tommy, Sandy Van Nieuwenhuyzen.
Selama pendakian menelusuri rute Dawn Wall, keduanya beristirahat beberapa hari untuk menunggu kulit mereka yang lecet pulih. Mereka bahkan menggunakan plester dan lem super untuk mempercepat prosesnya.
Pada tahap itu, tampaknya mereka tidak akan mencapai puncak, seperti dilaporkan wartawan BBC Alastair Leithead yang berada di kaki El Capitan. Tetapi kemudian mereka kembali melanjutkan pendakian.
"Karena kecewa, saya mempelajari tingkat kesabaran baru, kekerasan hati dan hasrat. Saya tidak akan menyerah. Saya akan beristirahat. Saya akan mencoba lagi. Saya akan sukses," jelas Kevin melalui jejaring sosialnya.
Tebing El Capitan yang didaki Kevin dan Tommy lebih tinggi jika dibandingkan dengan menara Burj Khalifa di Dubai yang mencapai 828 meter. (Tnt/Mut)
Terjebak
Sehari, 17 Pendaki Gunung Kerinci Dievakuasi
Gunung Kerinci (id.wikipedia.org)
Liputan6.com,
Jambi 17
Pendaki Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci, Jambi yang diketahui rombongan
dari PT Axis Jakarta dievakuasi petugas. Mereka terjebak selama sehari di
ketinggian 1.600 meter.
Petugas dari tim SAR gabungan Kabupaten Kerinci, Basarnas Jambi, dan Basarnas Kota Padang, Sumatera Barat langsung turun ke lokasi dan mengidentifikasi lokasi 17 pendaki di gunung berapi tertinggi di Sumatera itu.
Informasi yang dihimpun Liputan6.com, ke-17 pendaki yang merupakan karyawan operator telepon seluler itu diketahui tengah survei untuk pemasangan menara pemancar. Di tengah perjalanan, tepatnya di ketinggian 1.600 meter, seorang pendaki bernama Alban Ridwan (47) terpeleset akibat jalan licin diguyur hujan.
Akibatnya, Alban yang diketahui berasal dari Yogyakarta ini mengalami cedera di bagian bahu dan tidak dapat melanjutkan pendakian. Rombongan ini terpaksa berhenti dan terlebih dahulu mengirim sinyal laporan untuk menunggu bantuan dari Tim SAR.
Kasubsi Operasional Basarnas Jambi, Akmal, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, dari 17 pendaki itu, 9 orang di antaranya merupakan karyawan PT Axis dari Jakarta. Sementara 8 orang lainnya karyawan PT Axis yang berasal dari Kerinci. Rombongan datang dari Jakarta melalui Padang, Sumatera Barat, dan mulai melakukan pendakian di gunung dengan ketinggian 3.805 MDPL pada Jumat 2 Mei pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
"Pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB, pemandu rombongan menelepon tim SAR Padang, menyatakan salah satu rombongan pendaki tersebut mengalami cedera setelah terjatuh saat diguyur hujan, dan meminta bantuan untuk dievakuasi," tutur Akmal di Jambi, Senin (5/5/2014).
Mendapat laporan itu, kemudian tim SAR Padang menghubungi kantor Basarnas Jambi. Tim gabungan pun langsung bergerak menuju lokasi rombongan pendaki berada.
"Kita meminta bantuan Basarnas Padang, karena jarak tempuh Padang ke Gunung Kerinci lebih dekat," jelas Akmal.
Pada Sabtu 3 Mei sekitar pukul 06.00 WIB, lanjut dia, rombongan Basarnas Padang yang terdiri dari 10 orang sudah sampai di kaki Gunung Kerinci, bergabung dengan tim dari Kerinci. Sementara rombongan Basarnas Jambi yang langsung dipimpin oleh Akmal tiba pukul 14.00 WIB, mengingat jarak tempuh dari Kota Jambi mencapai 12 jam.
"Sekitar pukul 17.00 WIB hari Sabtu, 17 pendaki tersebut sudah sampai di bawah dalam keadaan selamat. Hanya 1 korban (Alban Ridwan) cedera langsung dilarikan ke Puskesmas Kayu Aro. Setelah diperiksa, yang bersangkutan minta dirujuk ke Padang. Akhirnya pada pukul 19.00 WIB, korban dibawa ke Rumah Sakit Ropanasuri Padang dengan menggunakan ambulans," tutur dia.
Dia menyebutkan, kemungkinan penyebab Alban terjatuh karena kondisi jalur pendakian yang licin setelah diguyur hujan deras. "Iya, kondisinya licin, saat kami sampai di lokasi saja hujan sedang mengguyur," tukas Akmal.
Berdasarkan data di Basarnas Jambi, ke-17 nama pendaki adalah Stevanus Belly Aryanto (37), Nurokhmah (33), Alban Ridwan (47), Chairul Halim (40), M Afifur Rokhman (28), Sigit Tri Cahyono (32), Mardiono Eko Prayitno (32), Rina Triani Widyanti (30), Faizul Firdaus (36), Yudha Kharsana (22), Yoga Widodo (23), Nanda PJ (22), Sugi Herlando (21), Arifki Gunawan (19), Yoga Anggara (17), Sutriandi Kato (33), dan Candi (18). (Mut)
Petugas dari tim SAR gabungan Kabupaten Kerinci, Basarnas Jambi, dan Basarnas Kota Padang, Sumatera Barat langsung turun ke lokasi dan mengidentifikasi lokasi 17 pendaki di gunung berapi tertinggi di Sumatera itu.
Informasi yang dihimpun Liputan6.com, ke-17 pendaki yang merupakan karyawan operator telepon seluler itu diketahui tengah survei untuk pemasangan menara pemancar. Di tengah perjalanan, tepatnya di ketinggian 1.600 meter, seorang pendaki bernama Alban Ridwan (47) terpeleset akibat jalan licin diguyur hujan.
Akibatnya, Alban yang diketahui berasal dari Yogyakarta ini mengalami cedera di bagian bahu dan tidak dapat melanjutkan pendakian. Rombongan ini terpaksa berhenti dan terlebih dahulu mengirim sinyal laporan untuk menunggu bantuan dari Tim SAR.
Kasubsi Operasional Basarnas Jambi, Akmal, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, dari 17 pendaki itu, 9 orang di antaranya merupakan karyawan PT Axis dari Jakarta. Sementara 8 orang lainnya karyawan PT Axis yang berasal dari Kerinci. Rombongan datang dari Jakarta melalui Padang, Sumatera Barat, dan mulai melakukan pendakian di gunung dengan ketinggian 3.805 MDPL pada Jumat 2 Mei pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
"Pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB, pemandu rombongan menelepon tim SAR Padang, menyatakan salah satu rombongan pendaki tersebut mengalami cedera setelah terjatuh saat diguyur hujan, dan meminta bantuan untuk dievakuasi," tutur Akmal di Jambi, Senin (5/5/2014).
Mendapat laporan itu, kemudian tim SAR Padang menghubungi kantor Basarnas Jambi. Tim gabungan pun langsung bergerak menuju lokasi rombongan pendaki berada.
"Kita meminta bantuan Basarnas Padang, karena jarak tempuh Padang ke Gunung Kerinci lebih dekat," jelas Akmal.
Pada Sabtu 3 Mei sekitar pukul 06.00 WIB, lanjut dia, rombongan Basarnas Padang yang terdiri dari 10 orang sudah sampai di kaki Gunung Kerinci, bergabung dengan tim dari Kerinci. Sementara rombongan Basarnas Jambi yang langsung dipimpin oleh Akmal tiba pukul 14.00 WIB, mengingat jarak tempuh dari Kota Jambi mencapai 12 jam.
"Sekitar pukul 17.00 WIB hari Sabtu, 17 pendaki tersebut sudah sampai di bawah dalam keadaan selamat. Hanya 1 korban (Alban Ridwan) cedera langsung dilarikan ke Puskesmas Kayu Aro. Setelah diperiksa, yang bersangkutan minta dirujuk ke Padang. Akhirnya pada pukul 19.00 WIB, korban dibawa ke Rumah Sakit Ropanasuri Padang dengan menggunakan ambulans," tutur dia.
Dia menyebutkan, kemungkinan penyebab Alban terjatuh karena kondisi jalur pendakian yang licin setelah diguyur hujan deras. "Iya, kondisinya licin, saat kami sampai di lokasi saja hujan sedang mengguyur," tukas Akmal.
Berdasarkan data di Basarnas Jambi, ke-17 nama pendaki adalah Stevanus Belly Aryanto (37), Nurokhmah (33), Alban Ridwan (47), Chairul Halim (40), M Afifur Rokhman (28), Sigit Tri Cahyono (32), Mardiono Eko Prayitno (32), Rina Triani Widyanti (30), Faizul Firdaus (36), Yudha Kharsana (22), Yoga Widodo (23), Nanda PJ (22), Sugi Herlando (21), Arifki Gunawan (19), Yoga Anggara (17), Sutriandi Kato (33), dan Candi (18). (Mut)

