Minggu, 22 Maret 2015

Makalah Penjelajahan

MAKALAH TENTANG PENJELAJAHAN
DAN KEGIATAN SISWA MENJELAJAHI GUNUNG
         





Oleh:
Fety Christiany / XI IPA 1 (13)


PENJELAJAHAN

adalah suatu perjalanan kaki yang diikuti dengan permainan atau petualangan ang dilengkapi peralatan yang dibutuhkan dia alam terbuka.

Adapun maksud dan tujuan diadakannya penjelajahan adalah:
·       -  Mendekatkan diri pada tuhan
·       -  Mengagumi keindahan tanah air sendiri
·       -  Membina kesehatan dan kesegaran fisik, mentak ,emosi dan fisik
·       -  Mengisi waktu luang dan mengendorkan ketegangan pikiran

Rencana harus selalu dipersiapkan dalam melakukan penjelajahan di perbukitan atau pegunungan antara lain:
·       -  Tujuan penjelajahan
Menyatakan tempat yang dituju yang mencakup pengertian ke mana dan dengan sita melakukan penjelajahan
·     -    Waktu dalam menjelajahi lokasi
Waktu dalam melakukan penjelajahan melai dari kapan kita berangkat sampai kapan kita pulang
·      -   Kegiatan penjelajahan
Rencana tentang apa saja yang akan dilakukan dalam penjelajahan mulai dari keberangkatan sampai kepulangan
·       -  Dengan siapa melakukan penjelajahan 
Dalam melakukan penjelajahan dapat dilakukan secara individu atau beregu, yang penting dapat mengausai medan dan lingkungan.

Perlengkapan dalam penjelajahan

PERLENGKAPAN DASAR
A. PERLENGKAPAN JALAN (UNTUK MEDAN GUNUNG HUTAN)
1. Sepatu
- Melindungi tapak kaki sampai mata kaki (melindungi sendi kaki dan ujung jari kaki), Kulit tebal, bagian dalamnya lunak dan masih memberikan ruang gerak pada kaki,bagian depan sepatu keras, bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, memiliki lubang ventilasi.
- Sepatu tidak menyebabkan Lecet, selalu bersihkan kaos kaki, sepatu dan perlengkapan sepatu lainya sesering mungkin, Jangan mengeringkan sepatu terlalu dekat pada panas yang ekstrim (dekat tungku api/api unggun, sinar matahari yang terik).
- Semirlah sepatu sewaktu-waktu dan olesi dengan semacam lemak atau grease agar kulit tetap lembut dan benangnya tidak cepat lapuk.
2. Kaos Kaki
yang perlu diperhatikan : dapat menyerap keringat.
Kegunaan :
- Melindungi kulit kaki dari pergeseran langsung dengan kulit sepatu atau bagian-bagian sepatu yang dapat menimbulkan luka/lecet, menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas, menjaga kaki agar tetap hangat pada daerah-daerah yang dingin.
untuk keperluan di atas, bahan kaos kaki yang terbuat dari katun atau dicampur dengan wool atau bahan asintetis lainnya cukup baik.
yang perlu diingat adalah kita harus selalu memakai kaos kaki yang kering .
3. Celana Lapangan
Kuat, lembut, ringan, tidak mengganggu gerakan kaki, artinya jahitannya cukup longgar, praktis, terbuat dari bahan yang menyerap keringat dan mudah kering, bila basah tidak menambah berat.
Untuk keperluan di atas, bahan celana yang terbuat dari katun cukup baik, tidak terlalu tebal, tahan duri, mudah kering. Contoh yang baik untuk jenis ini adalah PDL militer atau celana loreng tentara, tidak dianjurkan menggunakan bahan celana jeans.
4. Baju Lapangan
Melindungi tubuh dari kondisi sekitar, kuat, ringan,tidak mengganggu pergerakkan, terbuat dari bahan yang menyerap keringat, praktis dan mudah kering.
5. Topi Lapangan
Melindungi kepala dari kemungkinan cedera akibat duri dapat melindungi bagian kepala dari curahan hujan, terutama kepala bagian belakang dan topi yang dikenakan haruslah kuat dan tidak mudah robek di anjurkan menggunakan topi rimba atau semacam topi jepang.
6. Sarung Tangan
 Sebaiknya terbuat dari kulit, di sesuaikan dengan bentuk tangan, tidak kaku dan dapat melindungi tangan dari duri dan hawa dingin.
7. Ikat Pinggang
Pilihlah ikat pinggang yang terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala gesper yang tidak terlalu besar tetapi kuat. Misalnya dari kulit yang tebal tetapi lembut atau dari bahan sintetis lainnya. Kegunaan ikat pinggang, selain menjaga agar celana tidak melorot, juga untuk meletakkan alat-alat yang perlu cepat dijangkau seperti pisau pinggang, tempat air minum, tempat alat-alat P3K, dan lainnya.
8. Ransel
- Ringan, kuat, di sesuai dengan kebutuhan keadaan medan, memberikan nyaman pada saat dipakai dan praktis.
Tips menyetel rangsel agar sesuai dengan tubuh :
a. Isi ransel dengan beban palsu, misalnya bantal, hingga terisi penuh dan mengembang seluruhnya. Longgarkan seluruh tali dan perhatikan fungsi serta lokasi gespernya.
b. Naikkan setelan punggung (jika ada), ke bagian paling tinggi.
c. Kenakan ransel di tubuh, kemudian kencangkan tali penyangga rangsel bagian bawah hingga ransel terasa nyaman di punggung dan bahu.
d. Raihlah ke bagian punggung untuk menyesuaikan setelan punggung (jika ada). Tujuannya adalah untuk memasang ransel setinggi mungkin pada bahu.
e. Kencangkan tali pinggang (hip belt). Tali pinggang berfungsi untuk mentransfer beban dari bahu kekaki, melalui pinggul.
f. Kencangkan tali penyangga ransel bagian atas untuk mendekatkan ransel ke punggung, dan menaikkan pusat gravitasi pada ransel.
g. Mengencangkan tali penyandang ransel sambil melonggarkan tali pinggang akan mengurangi tekanan pada pinggang, dan demikian sebaliknya. Gunakan teknik ini berganti-ganti untuk mengurangi rasa pegal pada pinggang dan bahu saat perjalanan.
h. Posisi ransel paling nyaman adalah setinggi mungkin pada punggung. Jangan sampai posisi ransel menggantung di pantat, ,karena itu akan membuat anda lebih tidak nyaman dan cepat lelah.
9. Peralatan Navigasi
Kompas, peta, penggaris segitiga, busur derajat, pinsil, dll. Peralatan navigasi ini merupakan peralatan sangat penting yang selalu harus dibawa. Bungkuslah selalu peta dengan plastik agar tidak cepat basah dan rusak.
10. Lampu Senter
Termasuk bola lampu dan baterai cadangan.
11. Pluit
- Pluit yang dianjurkan adalah jenis pluit whistle atau yang kita kenal dengan pluit pramuka.
12. Pisau
- Pisau saku serba guna (multi blade)
- Pisau pinggang
- Golok tebas
Secara umum, pisau, golok tebas adalah alat bantu bagi kita untuk keperluan menusuk, memotong, menyayat, melempar dan yang terpenting sebagai alat bantu kita untuk membuat api (memotong kayu tipis-tipis, ranting). Betapapun juga pisau adalah sahabat yang sangat baik dan berguna bagi pengembaraan .
Macam-macam pisau :
o Pisau Bowie
Pisau ini pada dasarnya termasuk jenis fighting knife, sangat efektif untuk menusuk dan memotong tapi cukup memadai untuk menetak dan melempar.
o Pisau Komando
Pisau ini diciptakan oleh sykes dan kolonel fairbirns yang dibuat untuk pasukan komando inggris. Pisau komando khas pisaui penusuk, walaupun cukup baik sebagai pisau lempar, pisau ini kurang baik untuk dipakai menetak, menyayat, karena akan banyak menghabiskan tenaga.
o Pisau Pengulit (skinner)
Pisau ini khusus untuk menguliti binatang buruan karena biasanya tipis dan sangat tajam. Artinya sudut mata pisau sangat kecil, bagian ujung pisau agak melengkung, untuk ukuran pisau jenis ini macam-macam tergantuk keperluan.
o Pisau Lempar
Pisau ini didesain khusus untuk melempar.
Banyak sekali jenis pisau yang aneh-aneh dan mempunyai kegunaan yang sangat khusus, namum yang perlu diperhatikan adalah :
o Harus terbuat dari bahan yang dapat dipercaya, tajam dan tidak mudah patah.
o Desain dan ukurannya harus sesuai, artinya enak dipegang dan dipakai.
o Sarungnya aman dan enak jatuhnya.
o Yang terpenting adalah selalu tetap terpelihara.


13. Survival Kit
Survival kit adalah salah satu alat penunjang yang akan digunakan pada saat keadaan darurat dan memiliki fungsi yang penting, adapun isi dari survival kit adalah sebagai berikut :
o Alat Jahit (jarum, benang, kancing dll), alat sol sepatu, tali sepatu cadangan, korek api, kaca pembesar, alat pancing, kawat kecil minimal 3-5 m dll.

B. PERLENGKAPAN TIDUR
- Satu set pakaian tidur
- kaus kaki untuk tidur
- sleeping bag atau sarung bag
- Matras
- tenda/ponco/plastik untuk bivak
C. PERLENGKAPAN MASAK DAN MAKAN
- Alat masak lapangan/misting
- alat bantu makan lainnya (sendok, garpu dll)
- alat pembuat api (lilin, spiritus, paraffin dll)
- Kantung air/tempat air.
D. PERLENGKAPAN KHUSUS
1. Pendakian Tebing
- Tali : static, dynamic, Harness, helmet/crash hat, carabiner, sling : standard, prusik sling, chock, piton, ascender, descender, hammer, stirrup dll (sesuai kebutuhan pendakian)
2. Peralatan ORAD (Olah Raga Arus Deras)
- Perahu/kano/kayak, dayung, Pelampung, helmet, tali pengaman, pompa dll.
E. PERLENGKAPAN TAMBAHAN
Perlengkapan ini walaupun bukanlah hal yang teramat penting, namun ada baiknya
       dibawa, untuk lebih menambah kenyamanan perjalanan.
- Putis, Sarung anti pacet (gaiters), Second skin, Kelambu, Kupluk (balaclava), Semir sepatu, Ikat leher/kacu segi tiga
- Perlengkapan pribadi lainnya.
Seperti : jarum, benang, kancing, tali sepatu cadangan, tali tubuh/webbing, handuk, sikat gigi, odol, sabun, celana dalam, rokok, tembakau, kamera, obat-obatan pribadi.
PACKING
            Sebelum melakukan pendakian kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam Carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.
Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :
            - Matras tidur yang dimasukkan kedalam ransel dapat membantu mempertahankan bentuk ransel dan mempermudah penyusunan barang kedalam ransel, sehingga menjadi padat, rapih an efisien.
            - Pada saat backpack/ransel dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan pendakian kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, bayangkan jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak, dan anda menjadi cepat lelah karena beban backpack/ransel anda menekan pinggul belakang.
Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung dan tempatkan barang yang ringan dipaling bawah.

Jenis penjelajahan pada perbukitan dan pegunungan
a. Hill walking
            Artinya kegiatan di alam bebas denga berjalan di bukit, hutan atau gunung tanpa   peralatan teknis pendakian dan sebagian besar di lakukan denag berjalan.
b. Scrambling
            Artinya kegiatan mendaki gunung dengan medan yang sedikit sulit ( kemiringan    medan dibawah 70°) sehingga kadang memerlukan pertolongan tali.
c. Climbing
            Kegiatan pendakian gunung melalui tebing batu dengan kemiringan tebing diatas 70°        sehiggga memerlukan banyak peralatan.
            a) Free climbing
                        Pendakian tanpa bantuan alat khusus, biasanya dilakukan pada tebing vertical                    yang mempunyai banyak cacat batuan atau tonjolan .
            b) Artificial climbing
                        Pendakian ini baisanya dilakukan pada tebing yang tak mempnyai tempat                           berpijak dengan meggunakan berbagau peralatan

Peralatan dalam melakukan penjelajahan perbukitan dan pegunungan
a. Tali
            Fungsi utama tali adalah untuk melindungi seorang pendaki dari kemungkinan       terjatuh agar jangan sampai menyentuh tanah.
b. Webbing dan sling
            Pita yang terbuat dari bahan nilon yang sering disebut tali pipih karna kekuatannya            sama dengan tali.
c. Carabiner
            Sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D dan mempunyai penjepit yang      berfungsi sama dengan penjepit.
d. Paku piton
            Sepotong logam yang dibentuk untuk di pakukan ke celah tebing batu.biasanya dibuat      dari baja putih atau baja lunak.
e. Chock
            Alat dalam pemanjatan tebing yang di masukkan dalam celah batu dengan jari tangan        sehingga terjepit dan dapat menahan dari arah tertentu.
f. Hammer
            Alat untuk menancapkan atau melepaskan piton, memeriksa tebing apakah yang     cukup kuat jika dipasangkan sesuatu.
g. Sling
            Alat yang dugunakan sebagai penghubung dengan memanfaatkan pohon atau lubang        tebing. Fungsinya juga mengurangi gasa gesek dan memperpanjang point
h. Descender
            Alat berbentuk angka delapan dari alumunium alloy, untuk membantu menahan     gesekan.
i. Ascender
            Semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka apabila   dinaikkan yang fungsinya sebagai alat bantu
j. Harness
            Tali tubuh sebagai pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan.
            1) Seat harness, menahan berat badan di pinggang dan paha
            2) Body harness, menahan berat badan di dada pinggang dan paha

Keterampilan dasar keamanan, penyelamatan penelamatan penjelajahan di bukit dan gunung
Modal dasar dalam menghadapi survival adalah:
a. Semangat untuk mempertahankan 
            Keyakinan yang kuat untuk memepertahankan hidup merupakan modal dasar yang            penting dan dapat mempengaruhi dasar yang lain
b. Kesiapan diri
            Artinya setiap orang harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengantisipasi bahaya survival misalnya navigasi darat, P3K, tali temali ilmu survival
c. Alat pendukung
            Peralatan yang dipunyai saat survival akan mempengaruhi keberhasikan dan cara    survival dan jumlah peralatan yang tersedia .

Kebutuhan yang harus di penuhi dalam penjelajahan:
a. Perlindungan terhadap factor yang mengancam
            1) Bivak 
            Tenda rendah yang berfungsi sebagai tenpat yang perlindungan yang nyaman untuk          melindungi diri dari factor alam dan lingkungan yang ekstrim
            2) Pakaian 
            Untuk menjaga agar panas badan kita jangan terlalu banyak keluar, ebaiknya kita   melindungi tububh kita dengan pakaian tahan dingin
b. Makanan 
            1) Makanan dari hewan
            Yang dibutuhkan adalah kandungan lemak dan proteinnya. Hewan yang dapat di              makan adalah binatang lunak serangga dll
            2) Makanan dari tumbuhan
            Dalam keadaan survival kita harus dapat memilih tumbuhan yang dapat dimakan. Tumbuhan yang dapat dimakan berasal dari bery dan daun-daunan serta jamur.
c. Api 
            Berguna untuk menghangatkan tubuh juga berfungsi sebagai penerangan , memasak,         serta perlindungan
d. Air 
            Air adalah factor penting dalam keadaan survival maka kita harus mencarinya agar            tidak dehidrasi.

Contoh Kegiatan Penjelajahan

Latihan di Tugu Pensil, Mendaki di Gunung Bintan


FOTO BERSAMA : Dewantoro (kanan berdiri) foto bersama dengan anggota Sispala MBFA usai latihan, baru-baru ini. FOTO BERSAMA : Dewantoro (kanan berdiri) foto bersama dengan  anggota Sispala MBFA usai latihan, baru-baru ini. F-istimewa
F-istimewa
Cara Siswa Pecinta Alam Belajar Mendaki
Ilmu takkan dibawa mati. Pepatah ini kadang acuan bagi sebagian orang. Seperti Dewantoro. Memiliki pengalaman dan ilmu mendaki gunung tak membuatnya puas. Ia hanya merasa puas jika mampu mengajarkan ilmu yang dimilikinya itu kepada orang lain.
Tanjungpinang – Bagi siswa pecinta alam (Sispala) baik dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di lingkungan Pemko Tanjungpinang pasti mengenal sosok Dewantoro.Saat ada waktu luangnya, biasanya Dewantoro mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengajak siswa bergabung di Sispala Mental, Bakat, Fisik dan Akal (MBFA) yang dikelolanya.Untuk masuk menjadi anggota Sispala MBFA tidak dipungut biaya. Artinya setiap siswa yang memiliki niat dan bakat bisa segera bergabung. Biasanya untuk bergabung menjadi peserta tidak sulit asal siswa mau mengikuti aturan yang ditetapkan.Diceritakannya, usai melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah bagi siswa yang berminat bisa langsung mendaftar usai sosialisasi atau bisa langsung mendatangi lokasi latihan pemanjatan tebing di Tugu Pensil, Tepi Laut setiap hari Sabtu atau Minggu.
Aturan yang ditetapkan bagi anggota tidak sulit asal ingin menurutinya. Peraturannya, siswa diminta menggunakan celana kain atau training.Untuk aturan ini memang tidak bisa ditawar. Bagi siswa yang tak menuruti aturan ini tidak diperbolehkan latihan.Siswa yang latihan dilarang keras menggunakan jeans. Dalam sosialisasi hal ini pasti diberitahukan. Tujuan aturan ini agar saat siswa saat berlatih merasa aman dan nyaman. Selain itu harus menggunakan sepatu olahraga.Tercatat ada 500 siswa yang tergabung dalam Sispala MBFA. Biasanya, mereka selain melakukan latihan di Tugu Pensil sesekali diuji untuk tes kemampuan dengan mendaki Gunung Bintan.
”Dalam waktu tertentu, kami tetapkan bersama melakukan perjalanan keluar. Biasanya ke Gunung Bintan atau melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki,” terangnya.Tujuannya agar siswa terbiasa melatih fisik berjalan kaki. Apalagi ada pepatah mengatakan, bisa karena biasa. Ia meyakini jika siswa terbiasa berlatih keras dengan berjalan kaki dan melatih fisik berolahraga akan memberikan efek positif bagi tubuh.Ke depan, mereka rencanakan melakukan perjalanan keluar kota. Rencananya ada 15 anggota Sispala MBFA akan mendaki Gunung Merbabu. Setelah itu rencananya juga akan melajutkan pendakian ke Gunung Merapi dan jika siswa kuat dan mampu akan melajutkan pendakian Sumbing Sundoro.Waktu yang diperkirakan untuk perjalanan ini sekitar 10 hari atau 15 hari. Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan usia siswa SMP melaksanakan Ujian Nasional (UN) yang direncanakan April mendatang.
”Kalau tidak akhir April, maka awal Mei. Tergantung siapnya jadwal ujian dan administrasi siswa yang ikut ujian,” imbuhnya.
Dari 15 anggota yang ingin melakukan pendakian gunung keluar daerah tersebut, tercatat ada 5 siswa perempuan dan sisanya lelaki. Mereka dinilai memiliki bakat atau prestasi untuk mengikuti perjalanan pendakian gunung.Selain Dewantoro dalam tim perjalanan tersebut juga akan mengikut sertakan orangtua siswa yang memiliki hobi mendaki gunung. Tetapi, jumlah pasti berapa orang tuasiswa yang ikut belum diketahu jelas.
”Orangtua siswa ada yang minta ikut. Kami senang dan mengajak nantinya,” ujar PNS Pemko Tanjungpinang itu.
Untuk melakukan perjalanan memang tidak gratis. Ada harga atau biaya yang harus dikeluarkan. Maka ada cara pintar yang diajarkan kepada siswa. Dimana sejak sebulan lalu siswa-siswi yang ingin ikut melakukan perjalanan sudah mulai mengumpulkan uang.
Cara yang dilakukan tim dalam mengumpulkan uang sangat unik dan kompak. Siswa-siswi menjadi pedagang makanan usai pulang sekolah. Dengan cara berjualan dinilai lebih sportif dalam mengumpulkan uang.
Pihaknya dilarang meminta sumbangan tanpa ada usaha. Bagi yang ingin menyumbang tentu tidak dilarang. Tetapi biasanya bagi dermawan yang ingin menyumbang akan disuguhkan menu makanan atau masakan.Masakan menu makanan yang dipesan dermawan akan dimasak istri Dewantoro. Berbagai menu makanan yang dibuat sudah dijual siswa-siswi tersebut. Mulai dari menu masakan lauk pauk, kue-kue serta lainnya.
Uang yang sudah terkumpul dari jualan itu sekitar Rp 12 juta sesuai data yang diberikan seminggu lalu kepadanya. Sesuai hitung-hitungan yang telah dilakukan, biaya yang diperlukan untuk perjalanan dengan jumlah 15 orang memerlukan uang sekitar Rp 43 juta.Sisanya akan diusahakan atau dikumpulkan bersama dengan metode yang sama sampai waktu yang ditetapkan. Sedangkan untuk orangtua yang ikut mengeluarkan biaya sendiri.(Desi Liza)












Kisah Sukses 2 Pendaki Taklukkan Tebing Tertinggi Dunia
Kisah Sukses 2 Pendaki Taklukkan Tebing Tertinggi Dunia
Pendaki tebing El Capitan. (Youtube)
Liputan6.com, Jakarta - Dua pendaki asal Amerika Serikat -- yang menghabiskan 2 pekan mendaki tebing terjal El Capitan di Taman Nasional Yosemite -- akhirnya mencapai puncak batu setinggi 914 meter. Adalah Kevin Jorgeson, 30 tahun dan Tommy Caldwell yang berusia 36 tahun, yang merupakan pendaki pertama melakukannya hanya dengan kekang dan tali untuk mencegah agar tidak jatuh.

Mereka memulai pendakian bersejarah pada 27 Desember 2014. Selama pendakian mereka tidur di tenda yang menggantung di tebing.
Juru bicara Jess Clayton telah mengatakan, kedua pendaki tidak akan memberikan wawancara di puncak gunung, namun mendiskusikan perjalanan mereka pada Kamis waktu setempat. Eric Jorgeson, ayah Kevin Jorgeson, mengatakan kepada media lokal bahwa anaknya selalu ingin menjadi seorang pendaki dan melihatnya mencapai mimpi membuat dia bangga.

"Sebagai orangtua, awalnya ini membuat kami gugup. Tetapi kami harus membiasakannya," kata Eric seperti dikutip Liputan6.com dari 
BBCKamis (15/1/2015).

Dia dan anak-anaknya telah memulai mendaki di rute yang berbeda di puncak El Capitan di California ketika Kevin berusia 15 tahun, dan menjalankan tradisi itu setiap tahun. "Saya merasa seperti orang yang paling bangga di seluruh dunia saat ini," kata saudara perempuan Tommy, Sandy Van Nieuwenhuyzen.

Selama pendakian menelusuri rute Dawn Wall, keduanya beristirahat beberapa hari untuk menunggu kulit mereka yang lecet pulih. Mereka bahkan menggunakan plester dan lem super untuk mempercepat prosesnya.

Pada tahap itu, tampaknya mereka tidak akan mencapai puncak, seperti dilaporkan wartawan BBC Alastair Leithead yang berada di kaki 
El Capitan. Tetapi kemudian mereka kembali melanjutkan pendakian.

"Karena kecewa, saya mempelajari tingkat kesabaran baru, kekerasan hati dan hasrat. Saya tidak akan menyerah. Saya akan beristirahat. Saya akan mencoba lagi. Saya akan sukses," jelas Kevin melalui jejaring sosialnya.

Tebing El Capitan yang didaki Kevin dan Tommy lebih tinggi jika dibandingkan dengan menara Burj Khalifa di Dubai yang mencapai 828 meter. (Tnt/Mut)






Terjebak Sehari, 17 Pendaki Gunung Kerinci Dievakuasi
Terjebak Sehari, 17 Pendaki Gunung Kerinci Dievakuasi
Gunung Kerinci (id.wikipedia.org)
            Liputan6.com, Jambi 17 Pendaki Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci, Jambi yang diketahui rombongan dari PT Axis Jakarta dievakuasi petugas. Mereka terjebak selama sehari di ketinggian 1.600 meter.
            Petugas dari tim SAR gabungan Kabupaten Kerinci, Basarnas Jambi, dan Basarnas Kota Padang, Sumatera Barat langsung turun ke lokasi dan mengidentifikasi lokasi 17 pendaki di gunung berapi tertinggi di Sumatera itu.
            Informasi yang dihimpun Liputan6.com, ke-17 pendaki yang merupakan karyawan operator telepon seluler itu diketahui tengah survei untuk pemasangan menara pemancar. Di tengah perjalanan, tepatnya di ketinggian 1.600 meter, seorang pendaki bernama Alban Ridwan (47) terpeleset akibat jalan licin diguyur hujan.
            Akibatnya, Alban yang diketahui berasal dari Yogyakarta ini mengalami cedera di bagian bahu dan tidak dapat melanjutkan pendakian. Rombongan ini terpaksa berhenti dan terlebih dahulu mengirim sinyal laporan untuk menunggu bantuan dari Tim SAR.
            Kasubsi Operasional Basarnas Jambi, Akmal, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, dari 17 pendaki itu, 9 orang di antaranya merupakan karyawan PT Axis dari Jakarta. Sementara 8 orang lainnya karyawan PT Axis yang berasal dari Kerinci. Rombongan datang dari Jakarta melalui Padang, Sumatera Barat, dan mulai melakukan pendakian di gunung dengan ketinggian 3.805 MDPL pada Jumat 2 Mei pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

            "Pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB, pemandu rombongan menelepon tim SAR Padang, menyatakan salah satu rombongan pendaki tersebut mengalami cedera setelah terjatuh saat diguyur hujan, dan meminta bantuan untuk dievakuasi," tutur Akmal di Jambi, Senin (5/5/2014).
            Mendapat laporan itu, kemudian tim SAR Padang menghubungi kantor Basarnas Jambi. Tim gabungan pun langsung bergerak menuju lokasi rombongan pendaki berada.
            "Kita meminta bantuan Basarnas Padang, karena jarak tempuh Padang ke Gunung Kerinci lebih dekat," jelas Akmal.
            Pada Sabtu 3 Mei sekitar pukul 06.00 WIB, lanjut dia, rombongan Basarnas Padang yang terdiri dari 10 orang sudah sampai di kaki Gunung Kerinci, bergabung dengan tim dari Kerinci. Sementara rombongan Basarnas Jambi yang langsung dipimpin oleh Akmal tiba pukul 14.00 WIB, mengingat jarak tempuh dari Kota Jambi mencapai 12 jam.
            "Sekitar pukul 17.00 WIB hari Sabtu, 17 pendaki tersebut sudah sampai di bawah dalam keadaan selamat. Hanya 1 korban (Alban Ridwan) cedera langsung dilarikan ke Puskesmas Kayu Aro. Setelah diperiksa, yang bersangkutan minta dirujuk ke Padang. Akhirnya pada pukul 19.00 WIB, korban dibawa ke Rumah Sakit Ropanasuri Padang dengan menggunakan ambulans," tutur dia.
            Dia menyebutkan, kemungkinan penyebab Alban terjatuh karena kondisi jalur pendakian yang licin setelah diguyur hujan deras. "Iya, kondisinya licin, saat kami sampai di lokasi saja hujan sedang mengguyur," tukas Akmal.
            Berdasarkan data di Basarnas Jambi, ke-17 nama pendaki adalah Stevanus Belly Aryanto (37), Nurokhmah (33), Alban Ridwan (47), Chairul Halim (40), M Afifur Rokhman (28), Sigit Tri Cahyono (32), Mardiono Eko Prayitno (32), Rina Triani Widyanti (30), Faizul Firdaus (36), Yudha Kharsana (22), Yoga Widodo (23), Nanda PJ (22), Sugi Herlando (21), Arifki Gunawan (19),  Yoga Anggara (17), Sutriandi Kato (33), dan Candi (18). (Mut)


1 komentar: